Minggu, 13 Maret 2016

Supply Chain Management (SCM)




A.  Pengertian Supply Chain Management
Supply Chain Management (SCM) adalah integrasi beberapa kunci proses bisnis dari end user hingga para pemasok yang menyediakan produk, jasa, dan informasi yang menjadi nilai tambah untuk para pelanggan dan stakeholder (Douglas M. Lambert et el).
Atau dissebut juga, Supply Chain Management adalah adalah jaringan perusahaan-perusahaan yang secara bersama-sama bekerja untuk menciptakan dan menghantarkan suatu produk ke tangan pemakai akhir.
Dalam kegunaannya SCM yakni bagaimana ia mampu me-manage aliran barang atau produk dalam suatu rantai supply. Dengan kata lain, model SCM mengaplikasikan bagaimana suatu jaringan kegiatan produksi dan distribusi dari suatu perusahaan dapat bekerja bersama-sama untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

B.    Latar Belakang Supply Chain Management
1.     Praktek manajemen logistik tradisional yang bersifat adversarial pada era modern ini sudah tidak relevan lagi, karena tidak dapat menciptakan keunggulan kompetitif
2.    Perubahan lingkungan bisnis yang semakin cepat dengan persaingan yang semakin ketat

C.    Tujuan dari SCM
1.     Penyerahan / pengiriman produk secara tepat waktu demi memuaskan konsumen
2.    Mengurangi biaya pengerjaan
3.    Meningkatkan segala hasil dari seluruh supply chain management (bukan hanya satu perusahaan)
4.    Mengurangi waktu pembuatan
5.    Memusatkan kegiatan perencanaan dan distribusi

D.  Proses Kunci SCM
1.     Customer relationship management
2.    Customer service management
3.    Demand management
4.    Order fulfillment
5.    Manufacturing flow management
6.    Procurement
7.    Product development and commercialization
8.    Returns
Dalam delapan kunci diatas akan tercipta suatu aliran dan suatu integrasi dan suatu manajemen bisnis.
Sumber: Douglas M. Lambert, Martha C. Cooper, dan Janus D. Pagh, ”Supply Chain Management: Implementation Issues and Research Opportunities, ”The International Journal of Logistics Management 9, no. 2 (1998), hal. 2.

E.    Contoh dari SCM
Contoh Supply Chain Management untuk pembuatan sereal jagung (jenis makanan untuk sarapan) yaitu sebagai berikut :
1.     Petani jagung
Proses dimulai dari pemilihan bibit jagung, penebaran, penanaman, pemeliharaan, dan pemanenan jagung, dan diakhiri dengan penjualan hasil panen ke pabrik pembuatan sereal.
2.    Pabrik dalam pembuatan sereal jagung
Proses dimulai dari pembersihan biji jagung yang diterima dari petani, pemanggangan menjadi sereal, pengepakan (packaging), penyimpanan di gudang untuk distribusi ke supermarket/ toko (retail), pengiriman (transportasi) ke supermarket/ toko.
3.    Proses penjualan dimulai dari penyimpanan di rak-rak di supermarket,
penjualan ke pembeli (customer) dan pada akhirnya di konsumsi oleh pembeli. Produk yang tidak terjual akhirnya akan dimusnahkan pada saat produk telah mencapai masa expaied (kadaluarsa).

F.  Manfaat Supply Chain Management
Kepuasan pelanggan, meningkatkan pendapatan, menurunnya biaya, pemanfaatan asset yang semakin tinggi, peningkatan laba, dan perusahaan semakin besar. (Jebarus, 2001)

1.     Kepuasan pelanggan.
Konsumen atau pengguna produk merupakan target utama dari aktivitas proses produksi setiap produk yang dihasilkan perusahaan. Konsumen atau pengguna yang dimaksud dalam konteks ini tentunya konsumen yang setia dalam jangka waktu yang sangat lama (panjang). Untuk menjadikan konsumen setia, maka terlebih dahulu konsumen harus puas dengan pelayanan yang diberikan oleh perusahaan.
2.    Meningkatkan pendapatan.
Semakin banyak konsumen yang setia dan menjadi mitra perusahaan berarti akan turut pula meningkatkan pendapatan perusahaan, sehingga produk-produk yang dihasilkan perusahaan tidak akan ‘terbuang’ percuma, karena diminati konsumen. Dan dari pihak perusahaan sendiri pun juga akan mendapat untung dari meningkatnya produk yang terjual.
3.    Menurunnya biaya.
Pengintegrasian aliran produk dari perusahan kepada konsumen/pengguna akhir berarti pula mengurangi biaya-biaya pada jalur distribusi.
4.    Pemanfaatan asset semakin tinggi.
Aset terutama faktor manusia akan semakin terlatih dan terampil baik dari segi pengetahuan maupun keterampilan. Tenaga manusia akan mampu memberdayakan penggunaan teknologi tinggi sebagaimana yang dituntut dalam pelaksanaan SCM.
5.    Peningkatan laba.
Dengan semakin meningkatnya jumlah konsumen yang setia dan menjadi pengguna produk, pada gilirannya akan meningkatkan laba perusahaan.

Kalo kamu pengen tahu soal info kuliner, traveling, dan berbagai info menarik lainnya yang lagi ngetrend sekarang ini. Bisa juga lihat disini .
Atau mungkin kamu pengen tahu lebih soal Kota Solo?  klik disini 
Semoga Bermanfaat :)  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar